Press "Enter" to skip to content

Author: Ken Malfoy

Pemain Asing Persebaya yang Menjadi Bintang di Indonesia

Kompetisi bola di Indonesia sejak era Liga Indonesia hingga Liga 1 terdapat regulasi tentang pemain asing yang memperkuat masing-masing klub. Tidak jarang pemain asing tersebut menjadi pemain bintang bagi klub. Terdapat beberapa pemain asing persebaya yang menjadi bintang di Indonesia. Penasaran siapa nama pemain bintang tersebut? Berikut ulasannya:

1. David da Silva

Pemain asal Brasil ini lahir pada tanggal 12 November 1989. David da Silva bermain di posisi striker. Pemain berumur 31 tahun ini termasuk striker yang tajam, karena selalu mencetak gol lebih dari dua digit dalam dua musim. David da Silva bergabung ke Persebaya pada awal musim 2018 di era Angel Alfredo Vera. Selama dua tahun lebih membela klub Persebaya, David da Silva telah mengoleksi 35 gol dengan 42 penampilan.

2. Makan Konate

Pemain asal Mali ini memiliki tanggal lahir yang cukup unik yaitu 10 November 1991. Pada tanggal tersebut merupakan tanggal yang sangat sakral bagi Indonesia karena memiliki faktor historis. Jadi konate ini dikaitkan oleh Bonek sebagai pemain yang memiliki hubungan yang kuat dengan Persebaya.

Dari hubungan yang kuat tersebut Makan Konate dipercaya untuk menjadi dari Persebaya. Terdapat hal yang unik dari kapten Persebaya ini. Karena Konate terbilang pemain yang baru bergabung musim ini, dan sebelum bergabung ke Persebaya konate memperkuat tim rival yaitu Arema.

Konate yang bermain di posisi gelandang serang ini bergabung bersama Persebaya pada musim 2020. Pemain asing yang memiliki banyak prestasi di Indonesia ini, diharapkan oleh bonek bakal menjadi pemain bintang bagi Persebaya. 

3. Jacksen F Tiago

Pemain asal brasil yang terkenal sebagai pelatih dan pemain ini menjadi idola bagi Persebaya. Selama menjadi pemain Persebaya, Jacksen telah mempersembahkan gelar juara pada musim 1996/1997. Gelar tersebut merupakan gelar pertama bagi Persebaya setelah 9 tahun puasa gelar. Pada musim tersebut juga pemain dengan nomor punggung 18 ini mencatatkan namanya sebagai top skor dengan raihan 26 gol. 

Selama 2 musim memperkuat Persebaya, Jacksen menjadi pemain asing yang mencetak gol terbanyak bagi klub sebanyak 42 gol. Tidak hanya sebagai pemain saja Jacksen f Tiago memperoleh trofi, namun sebagai pelatih juga. Jacksen mampu membawa Persebaya juara pada Divisi satu musim 2003, dan juara Liga Indonesia 2004.

4. Cristian Eduardo Carrasco Gonzalez

Pemain asal chile ini dikenal sebagai pemain yang memiliki selebrasi unik yaitu dengan memakai topeng Spiderman. Pemain yang telah membela beberapa klub di Indonesia ini terkenal sebagai penyerang yang haus gol. Carrasco dikontrak oleh Persebaya tahun 2004 dari klub Persim Maros. Walaupun hanya semusim, namun Carrasco berhasil membawa Persebaya juara Liga Bank Mandiri X pada tahun 2004.

5. Zeng Cheng

Pemain asing persebaya yang menjadi pemain bintang terakhir adalah Zeng Cheng. Pemain yang bermain di posisi kiper ini didatangkan oleh Persebaya ketika usianya 18 tahun. Cheng pindah dengan status pinjaman dari klub Wuhan. 

Pemain berusia 18 tahun ini didatangkan Persebaya karena posisi kiper sebelumnya ditinggal oleh Hendro kartika. Cheng bermain sebanyak 28 laga dan mencetak 14 Clean Sheet bersama klub. Walaupun hanya bermain semusim bagi Persebaya, cheng dikenal oleh Bonek sebagai pemain dengan postur tubuh tinggi.

sumber : 

Profil Pemain Asing dan Asal Negara Pemain Persija

Persija Jakarta merupakan salah satu klub besar yang berlaga di Liga 1. Juara Liga 1 tersebut memiliki beberapa pemain asing yang merumput bersama Tim Macan Kemayoran. Kroasia merupakan salah satu negara pemain Persija Marko Simic. Selain Simic Persija memiliki pemain berkebangsaan Nepal, Italia dan Belanda. Berikut penjelasannya:

1. Marko Simic Pemilik Paspor Kroasia

Finalis piala dunia tahun 2018 Kroasia merupakan negara pemain Persija Jakarta Marko Simic. Lahir di Rijeka, Kroasia, 23 Januari 1988, Simic kecil memulai karir sepak bola dari kota kelahirannya tersebut. Tepatnya pada tahun 2001-2003 Simic merumput bersama tim Rijeka. Pada tahun 2003 Simic memilih bergabung NK Zagreb dan bermain selama empat musim.

Striker yang memiliki tinggi 187 cm baru memulai karir profesionalnya bersama Daugava Daugavpils di tahun 2008. Marco Simic merupakan pemain yang hobi berpindah klub, total ia telah 15 kali berganti seragam. Bahkan pada tahun 2012 Simic sempat tiga kali pindah klub, Ferencvaros menjadi salah satu klub asal Hungaria yang pernah dibelanya.

Sebelum membela Persija pada tahun 2017 Simic sempat berseragam Malaka United. Pada akhir Desember 2017, Simic tidak menemui kesepakatan bersama timnya, hingga di awal tahun 2018 Simic memutuskan bergabung dengan Persija hingga sekarang. Simic telah memainkan 77 laga dan mencetak 56 gol bersama Tim Macan Kemayoran.

2. Rohit Chand Warga Negara Nepal

Selain Marko Simic, Rohit Chand merupakan pemain asing yang merumput bersama Persija. Pemain yang lahir di Surkhet, Nepal, 1 Maret 1992 tersebut telah bergabung bersama The Jak sejak tahun 2017. Chand diboyong dari Geylang United FC meski pada tahun 2013-2014 ia pernah berseragam Persija.

Puncak karir permain bernama lengkap Rohit Chand Thakuri tersebut terjadi di tahun 2018. Selain membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1, Chand juga menyabet beberapa gelar individu, diantaranya : Pemain Terbaik Liga 1, Atlet Terbaik Nepal, dan NFJS Special Award of The Year.

Gelar individu yang diraih Rohit Chand murni karena kualitas sang pemain. Pemain berposisi sebagai gelandang bertahan disebut juga solid saat ditempatkan di posisi bek. Chand juga cukup mahir dalam urusan mencetak gol. Total ia telah mencetak 14 gol selama berseragam Persija.

3. Marco Motta Defender Asal Italia

Penggemar Serie A pasti tak asing dengan bek asal Italia yang satu ini. Lahir di Marete, Italia, 14 Mei 1986 silam, pemain bertinggi 186 cm sempat melalang buana di liga Italia. Total ada delapan klub Serie A yang pernah menggunakan jasa Motta. Raksasa Turin Juventus dan tim asal ibukota AS Roma pernah merekrut sang pemain.

Sepanjang karirnya Motta tak mencatatkan prestasi yang tak begitu mentereng. Bahkan ia tak pernah mencapai 50 kali penampilan di setiap tim yang pernah dibelanya. Tim asal Spanyol UD Almeria merupakan satu-satunya tim yang sering memasang Motta di line up mereka sebanyak 46 kali.

Marco Motta sempat merumput di Inggris bersama Watford (2015) dan Charlton Atlhetic (2016), namun Motta gagal bersinar dan hanya bermain kurang dari 13 laga di masing-masing klub. Pada tahun 2020 pemain berusia 34 tahun tersebut memutuskan menerima pinangan Persija Jakarta.

4. Gelandang Berkebangsaan Belanda Marc Klok

Belanda merupakan asal negara pemain Persija Jakarta, Marc Klok. Gelandang tengah bertinggi 177 cm tersebut memulai karir di Indonesia bersama PSM Makassar. Tiga tahun membela PSM (2017-2020) Klok tampil sebanyak 82 laga dan mencetak 14 gol.

Pemain yang memiliki tanggal lahir 20 April 1993 tersebut memulai karir senior bersama Jong FC Utrecht. Pemain bernomor punggung sepuluh tersebut sempat berpindah klub enam kali di berbagai negara sebelum merumput bersama PSM Makassar. Pada tahun 2020 Persija Jakarta berhasil mengamankan jasanya.

Itulah tadi beberapa profil pemain asing beserta negeranya yang menaungi Persija. Tentunya informasi di atas akan sangat membantu khususnya untuk para penggemar persija.

Sumber :
Situs judi Slot Online
judi Slot
Slot Online

Kiper Timnas U 19, Salah Satunya Menjadi Kiper Tertinggi di Indonesia

Kiper merupakan benteng terakhir dalam sepak bola. Bagi Kiper, pengalaman dirasa menjadi faktor penting melatih reflek dan membaca arah bola, sehingga pelatihan sejak dini sangat diperlukan. Garuda muda yang baru saja menjalankan pelatihan selama tiga pekan di Spanyol, menunjukkan perkembangan positif. Namun, siapakah kiper Timnas u 19, si benteng terakhir garuda muda? Berikut ulasannya!

1. Muhammad Adisatryo

Penjaga gawang bernama lengkap Muhammad Adisatryo ini lahir di Jakarta, 7 Juli 2001, dengan tinggi badan, 1,79 meter. Adi saat ini membela klub asal Sumatera, PSMS Medan. Total, Adi telah melakukan 7 pertandingan bersama garuda muda. Adi melakukan debut pada 5 September 2020, kala itu bertandang melawan Bulgaria U19 dengan kekalahan 3-0.

Adisatryo menjadi penjaga gawang utama Timnas U-19 saat ini. Bahkan, di bawah asuhan Shin Tae-yong, Muhammad Adisatryo masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pemanggilan ini menjadikan Adi sebagai pemain termuda dalam daftar 34 pemain. Dalam skuad senior, Adi dipercaya untuk bersaing dengan Andritany, Nadeo, dan Muhammad Riyandi.

2. Erlangga Setyo

Pemain bernama lengkap Erlangga Setyo Dwi Saputra, saat ini membela klub Persib Bandung. Lahir, 16 April 2003, Erlangga memiliki tinggi 1,92 meter. Debut bersama garuda dilakukan pada tanggal 25 September 2020. Garuda muda saat itu bertandang melawan Bosnia U19, dan berakhir kalah 0-1. Erlangga berusia 17 tahun 5 bulan 9 hari pada saat debut.

Dalam daftar Kiper timnas u 19, Erlangga merupakan yang termuda saat ini. Namun, secara postur Erlangga menjadi yang tertinggi dan disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia. Erlangga juga pernah memboyong beberapa penghargaan, yaitu, Kiper Terbaik Piala Menpora tahun 2017, Kiper Terbaik Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia Jawa Timur, dan Beasiswa Belajar PSSI di Inggris.

3. Yofandani Damai Pranata

Yofandani Damai Pranata merupakan kiper kelahiran Semarang, 9 April 2001. Penjaga gawang ini, kini membela PSIS Semarang. Sebagai penjaga gawang, Yofandani memiliki tinggi badan 1,82 meter. Meskipun masuk dalam daftar ini, namun, Yofandani tidak terdaftar dalam pemusatan latihan Garuda Muda di Spanyol Desember lalu.

Yofandani masuk dalam pemusatan latihan di Kroasia pada bulan Agustus 2020 lalu. Dalam level klub, PSIS menganggap kualitas Yofandani layak dan diprioritaskan dalam skuad U20 bahkan senior. Yofandani dianggap sebagai pemain yang ketiban durian runtuh, setelah akhirnya masuk skuad Timnas U 19 dalam pelatihan terpusat di Kroasia. Hal ini karena Ernando Ari dan Risky Muhammad cedera kala itu.

4. Pualam Bahari

Penjaga gawang Garuda Muda selanjutnya adalah Pualam Bahari, pemain yang memperkuat Borneo FC. Pualam Bahari merupakan kelahiran 11 Mei 2002 (18 tahun) di Cirebon, dan memiliki tinggi badan 1,75 meter. Pemain ini menjadi salah satu kiper yang masuk daftar pemain yang dibawa Shin Tae-yong dalam pemusatan Garuda Muda di Spanyol.

Pualam sebelumnya pernah memperkuat Timnas U16 dalam ajang Piala AFF U-15 2017. Sebelumnya, Pualam juga masuk dalam skuad yang menjalani pemusatan latihan di Jakarta, November 2020 lalu. Penjaga gawang ini juga mengaku tidak akan menyia nyiakan kesempatan setelah dihubungi langsung oleh asisten pelatih garuda muda, Nova Arianto.

5. Risky Sudirman

Penjaga gawang selanjutnya adalah Risky Sudirman. Pemain ini menjadi bagian dalam skuad timnas u 19, setelah dipanggil oleh Shin Tae-yong pada TC di Jakarta, Oktober 2020. Muhammad Risky Sudirman, pernah membela skuad timnas u17, dan saat ini tengah memperkuat tim Persija Jakarta.

Kiper-kiper tersebut merupakan kebanggaan Indonesia dan perlu dukungan dari masyarakat Indonesia. Sayangnya, pelatihan Garuda Muda di Spanyol harus ditunda lebih awal. Pemusatan latihan dijadwalkan berakhir pada 31 Januari 2021. Tingkat penularan Covid-19 yang meninggi di Spanyol membuat jadwal timnas harus diubah.

Demikianlah kiper timnas u 19 yang tergabung dalam skuad Garuda Muda. Skuad ini harus pulang lebih awal dalam TC di Spanyol pada 13 Januari 2021. Namun, Shin Tae-yong mengaku perkembangan garuda muda tetap menunjukkan hasil positif.